2013/12/12

KUNCI JAWABAN SEJARAH ESIS KELAS X Bab 5

Kunci Jawaban
A.


1.      d
2.      b
3.      b
4.      b
5.      b
6.      b
7.      e
8.      a
9.      b
10.  b
11.  b
12.  c
13.  b
14.  b
15.  e
16.  a
17.  e
18.  a
19.  b
20.  e



B.
1.      Paeradaban berasal dari bahasa latin civitasyang artinya kota. Dalam bahasa asing, peradaban sering diistilahkan dengan civilization (Inggris), beschaving(Belanda), dan die zivilisation(Jerman).
2.      Peradaban awal bangsa-bangsa di dunia biasanya terbentuk di lembah-lembah sungai karena air sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu masyarakat. Sungai juga berfungsi untuk pengairan usaha pertanian, peternakan, dan transportasi yang menghubungkan antardaerah. Peradaban juga terbentuk di daerah yang subur bagi pertanian. Peradaban awal yang terbentuk di lembah sungai dan daerah yang subur, antara lain peradaban Mesir Kuno di lembah sungai Nil, peradaban Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dan Tingris, dan peradaban India Kuno di lembah sungai Indus dan Gangga.
3.      Ciri-ciri umum peradaban:
-          Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik, indah, dan modern.
-          Sistem pemerintahan yang tertib karena terdapat hukum dan aturan-aturan.
-          Masyarakat terbagi dalam jenis pekerjaan, keahlian, dan strata sosial yang jauh lebih kompleks.
-          Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang lebih maju, seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur, kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan sebagainya.
4.      Peradaban lembah Sungai Gangga merupakan campuran antara kebudayaan bangsa Aria dengan bangsa Dravida. Kebudayaan campuran itu lebih dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu. Perkembangan sistem pemerintahan di lembah sungai Gangga merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan masyarakat di lembah sungai Indus.
5.      Sistem planologi di kota Mohenjo Daro dan Harappa:
-          Jalan-jalan di kota sudah teratur dan lurus. Di sebelah kanan-kiri terdapat trotoar dengan lebar setengah meter. Gedung dan rumah serta pertokoan teratur.
-          Wilayah kota dibagi atas beberapa blok berbentuk persegi. Tiap-tiap blok dibagi oleh lorong-lorong yang satu sama lainnya saling berpotongan.
-          Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang lebar. Saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan jamban yang ada di dalam rumah dihubungkan langsung dengan jaringan saluran umum yang dibangun dan mengalir di bawah jalan dan dialirkan menuju sungai.
-          Membuat saluran irigasi dan membangun daerah pertanian di wilayah pedalaman.
6.      Peradaban bangsa Cina telah mengenal sistem pertanian secara intensif, yaitu dengan penggunaan pupuk dan pembuatan saluran irigasi. Masyarakat Cina juga telah menguasai teknologi pengolahan bahan tambang menjadi alat-alat kebutuhan hidup. Bangsa Cina juga dikenal sebagai peradaban yang memilliki banyak ahli dalam bidang astronomi serta sistem penanggalan. Dengan kedua pengetahuan ini, bangsa Cina dapat mengatur dan mengembangkan sistem pelayaran, sistem pertanian, serta pergantian musim.
7.      Tindakan Kaisar Tang Tai Tsung:
-          Dikeluarkannya undang-undang yang mengatur pembagian tanah.
-          Membuat peratura-peraturan pajak.
-          Membagi Kerajaan Cina menjadi 10 propinsi.
8.      Kebudayaan Bac Son-Hoa Binh telah ada semenjak tahun 10.000 SM sampai dengan 4000 SM yang terletak di sebelah utara Vietnam. Sistem kebudayaannya berburu dan mengumpulkan makanan. Sistem peralatan dan perlengkapan hidupnya terbuat dari batu-batu. Ciri gerabah batu pada budaya Bac Son-Hoa Binh adalah adanya penyerpihan pada satu atau dua sisinya. Di daerah Jawa, bukti arkeologis dari peralatan hidup masyarakat Bac Son-Hoa Binh ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo.
9.      Hubungan perdagangan dengan India membawa pengaruh dalam bidang ekonomi, sosial, budaya (agama Hindu-Buddha), dan pemerintahan (kerajaan Hindu-Buddha). Pengaruh dari Cina terutama adalah terbentuknya kerajaan-kerajaan maritim yang besar di Indonesia. Pengaruh kebudayaan Yunan di Indonesia adalah persebaran nenek moyang bangsa Indonesia dari Yunan yang membawa kebudayaan mesolithikum dan perunggu.

10.  Kebudayaan India peninggalannya berupa bangunan candi dan agama Hindu-Buddha, kebudayaan Cina peninggalannya berupa barang-barang porselen dan sistem perdagangan, kebudayaan Yunan peninggalannya berupa kapak pebble, alat tulang, dan perunggu.
Read More

KUNCI JAWABAN SEJARAH ESIS KELAS X Bab 4

A.


1.      e
2.      b
3.      d
4.      a
5.      c
6.      d
7.      c
8.      a
9.      e
10.  d
11.  a
12.  b
13.  a
14.  a
15.  c
16.  a
17.  a
18.  b
19.  c
20.  c



B.
1.      Pada zaman Arkaekum, kulit bumi masih membara karena memiliki temperatur yang sangat tinggi. Pada masa tersebut, diperkirakan belum ada tanda-tanda kehidupan dan bumi masih dalam pembentukan menjadi padat.
2.      Pembagian zaman batu dan pola kehidupan masyarakatnya:
-          Zaman batu tua, masyarakat hidup berpindah-pindah (nomaden) dan mengumpulkan makanan (food gathering).
-          Zaman batu madya, masyarakat tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan sampah dapur (kjokken moddinger).
-          Zaman batu muda, masyarakat memproduksi makanan (food producing) dan tinggal menetap di desa-desa kecil.
-          Zaman batu besar, masyarakat membuat bangunan-bangunan dari batu besar.
3.      Pembagian kebudayaan zaman holosen:
-          Kebudayaan mesolithikum, peninggalan kapak genggam, alat-alat tulang, dan alat serpih-bilah.
-          Kebudayaan megalithikum, peninggalan menhir, sarkofagus, kubur batu, waruga, dolmen.
-          Kebudayaan neolithikum, peninggalan kapak lonjong dan kapak persegi.
-          Kebudayaan perunggu, peninggalan moko, nekara, kapak corong, manik-manik, arca perunggu, dan kapak sepatu.
4.      Pembagian zaman logam dan pola kehidupan masyarakatnya:
-         Zaman tembaga, manusia baru mengenal logam, kebudayaan tembaga ditemukan di Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
-         Zaman perunggu, manusia telah mengetahui pengolahan logam campuran timah dan tembaga, mengenal sistem pertanian dan irigasi sederhana.
-         Zaman besi, manusia telah pandai melebur bijih besi menjadi peralatan yang diperlukan, mulai dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa.
5.      Kebudayaan Maglesmosian memiliki pola perpindahan antara pangkalan penangkapan ikan pada musim panas dan pangkalan perburuan pada musim dingin. Kebudayaan Capsianberpusat di Afrika Utara tinggal di pedesaan besar di tepi danau dan sungai. Kebudayaan Natufian hidup di ujung timur Laut Tengah, di dalam gua-gua, di bawah lindungan batu karang, dan di pedesaan kecil dengan rumah berdinding batu.
6.      Kebudayaan megalithikum, yaitu membuat bangunan-bangunan batu besar (mega=besar, lithos=batu). Pada zaman batu besar, kepercayaan terhadap kehidupan sesudah kematian diimplementasikan dalam upaya pendirian bangunan batu besar. Bangunan ini ditujukan untuk mengabadikan jasa orang yang sudah meninggal dan menjadi medium penghormatan. Bangunan megalithikum, antara lain menhir, dolmen, sarkofagus, dan punden berundak-undak.
7.      Pada zaman perundagian, masyarakat telah menetap dan mampu mengolah benda-benda logam. Pada zaman ini, muncul golongan undagiyang terampil melakukan suatu jenis usaha. Susunan masyarakat zaman ini menjadi semakin kompleks dan teratur.
8.      Pada masa bercocok tanam dan beternak, masyarakat telah mampu membuat tempat untuk memasak dan menyimpan makanan berupa gerabah. Alat-alat penunjang dari batu juga sudah diperhalus dan mulai membuat peralatan dari batu indah, batu api, dan batu lainnya. Masyarakat juga telah mempunyai pandangan terhadap kehidupan setelah kematian. Pada zaman ini, praktik perdukunan juga mulai muncul sebagai akibat dari berkembangnya penyakit.
9.      Teknologi pada masa berburu dan berpindah-pindah masih sederhana dan terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan mereka, seperti batu, kayu, tulang, dan tanduk rusa. Alat-alat tersebut diolah secara kasar dan belum diasah atau diupam halus.
10.  Arus kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia
-          Zaman mesolithikum, terjadi gelombang masuk manusia purba Melanosoid dari Teluk Tonkin, Vietnam. Sisa keturunan bangsa Melanosoid, antara lain orang Sakai di Siak, arang Aeta di Filipina, orang Semang di Malaysia, dan orang Papua Melanosoid di Papua.
-          Zaman neolithikum, perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) dari daerah Yunan, Cina. Bangsa ini merupakan pendukung kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong.
-          Zaman perundagian, perpindahan manusia purba Melayu Muda (Deutro Melayu) dari daerah Teluk Tonkin, Vietnam. Bangsa ini merupakan pendukung kebudayaan perunggu.


Read More

2013/11/14

KUNCI JAWABAN BIOLOGI ESIS KELAS XII EVALUASI SEMESTER 1

SEMESTER 1

A.    Pilihan Ganda
        1.   E                     11. C                21. C
        2.   E                     12. B                22. B
        3.   A                     13. A                23. D
        4.   A                     14. B                24. B
        5.   B                     15. A                25. D
        6.   D                     16. A
        7.   A                     17. A
        8.   E                     18. A
        9.   D                     19. C
        10. D                     20. C

B.    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
        1.   Metamorfosis adalah perubahan dari suatu stadium ke stadium berikutnya menuju kedewasaan contohnya kupu-kupu yang mengalami metamorfosis dari stadium telur menuju kedewasaan melalui stadium larva dan stadium pupa
        2.   Reaksi enzim bersifat spesifik karena enzim memiliki sisi aktif yang bentuknya bersesuaian dengan substrat tertentu saja
        3.   Sel memperoleh energi dari respirasi dengan pembakaran glukosa (sumber karbon) menggunakan oksigen sehingga dihasilkan 32 ATP. Sel memperoleh energi dari fermentasi dengan pembakaran glukosa (Sumber karbon) tanpa menggunakan oksigen sehingga dihasilkan 2 ATP. Energi yang dihasilkan pada katabolisme sempurna glukosa melalui aerob lebih besar (32 ATP) dibandingkan fermentasi (2 ATP)
        4.   Transkripsi adalah peristiwa sintesis RNA dengan menggunakan DNA sebagai cetakannya, sedangkan translasi adalah sintesis rantai protein dengan menggunakan rantai RNA sebagai cetakannya
        5.   CAUCCAAUUGGU
        6.   Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel melalui tahapan pembelahan yang menghasilkan 2 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan induknya. Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel dengan melalui tahapan pembelahan yang menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom induknya
        7.   Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis
             

Spermatogenesis
Oogenesis
Hasil akhir
4 sel sperma
1 sel ovum
Ukuran sel
Sel spermatosit primer berukuran lebih kecil; sel spermatosit sekunder memiliki ukuran dan fungsi yang sama
Sel oosit primer jauh lebih besar; sel  oosit sekunder memiliki ukuran dan fungsi yang berbeda

        8.   Perbandingan fenotip pada F2 adalah:
              9 walnut : 3 rose :3 pea : 1 single
        9.   a.   100% labu putih
              b.   15 putih :1 kuning

        10. Mutasi adalah perubahan materi genetik (DNA) yang dapat diwariskan secara genetik pada keturunannya, contoh mutasi: mutasi diam, mutasi salah arti, dan mutasi tanpa arti
Read More

2013/11/09

KUNCI JAWABAN BIOLOGI ESIS KELAS X BAB5

Bab 5

A.    Pilihan Ganda

       1.  b                        11.  a                         21.  a                              31.  a
       2.  b                        12.  b                         22.  d                              32.  a
       3.  b                        13.  b                         23.  d                              33.  a
       4.  a                        14.  e                         24.  a                              34.  e
       5.  d                        15.  c                         25.  e                              35.  a
       6.  c                        16.  c                         26.  c
       7.  b                        17.  c                         27.  e
       8.  c                        18.  b                         28.  a
       9.  b                        19.  c                         29.  c
       10.a                         20.  b                         30.  a

B.    Lengkapilah pernyataan di bawah ini.

1.  -    Eukariotik
     -    Uniseluler maupun multiseluler

2.  -    Bersifat parasit dan predator yang menghasilkan spora.
     -    Jamur air (Oomycota) dan jamur lendir (Myxomycota).

3.  -    Non-fotosintetik dan memiliki alat gerak
     -    Rhizopoda (Sarcodina), pseudopodia (kaki semu)
     -    Ciliata (Ciliophora), silia (rambut getar)
     -    Flagellata (Mastigophora), flagelum (bulu cambuk)
     -    Sporozoa (Apicomplexa)

4.  -    Uniseluler dan bersifat fotosintetik berflagelum
     -    Slagelum
     -    Santofil
     -    Pyrrophyta atau Dinoflagellata
     -    Chlorophyta
     -    Fukosantin
     -    Rhodophyta

5.  -    Invertebrata
     -    Algae

C.    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas.

1. Eukariot tidak cukup membedakan Protista dengan kelompok lainnya karena banyak organisme lain yang juga merupakan organisme eukariot. Di antara organisme eukariot yang lain, Protista merupakan organisme yang paling sederhana.

2. Eukariot tidak cukup membedakan Protista dengan kelompok lainnya karena banyak organisme lain yang juga merupakan organisme eukariot. Di antara organisme eukariot yang lain, Protista merupakan organisme yang paling sederhana.

3. a.  Protista yang menyerupai jamur merupakan jamur parasit dan predator yang menghasilkan spora. Anggota Protista yang menyerupai jamur adalah kelompok Protista jamur air dan jamur lendir.Kesamaannya dengan jamur adalah memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai.
    b.  Protista yang menyerupai sifat hewan mencakup Protozoa non-fotosintetik (tidak melakukan fotosintesis) dan memiliki alat gerak.Disebut protista yang menyerupai hewan karena uniseluler, heterotrofik, dan merupakan cikal bakal hewan yang lebih kompleks.
    c.  Protista yang menyerupai tumbuhan merupakan uniseluler dan bersifat fotosintetik berflagelum (melakukan fotosintesis dan memiliki alat gerak berupa flagelum).
4. a.  Karena keduanya memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai.
    b.  Sebab, struktur tubuh jamur parasit merupakan jamur air uniseluler (bersel satu) yang hidup di perairan. Sedangkan jamur predator atau fagosit merupakan jamur lendir yang hidup menyerupai Amoeba. Sel-sel jamur lendir juga merupakan kumpulan (agregat) sel-sel yang bermigrasi (bergerak) bersama-sama dan membentuk struktur seperti spora.

5. Oomycota (jamur air)

6.  a. Jamur lendir merupakan predator fagosit. Jadi, jamur lendir tersebut dapat menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik. Sedangkan Amoeba, bergerak jika ada makanan dan tidak bersifat predator.
     b. Saat kondisi makanan jamur lendir kurang, sel-sel yang kelaparan bergabung membentuk massa yang berlendir.

7.  Oomycota (jamur air) melakukan reproduksi secara aseksual dengan menghasilkan sporangium di ujung hifa (filamen atau benang). Di dalam sporangium akan dihasilkan spora-spora berflagel (zoospora). Ketika zoospora matang, zoospora akan keluar dari sporangium. Apabila zoospora jatuh di tempat yang sesuai, zoospora akan berkecambah dan tumbuh menjadi miselium (masa hifa) baru.  Reproduksi secara seksual terjadi dengan penyatuan gamet jantan dan gamet betina.  Gamet dihasilkan oleh hifa yang berdiferensiasi. Gamet jantan dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina dihasilkan oleh oogonium. Penyatuan gamet jantan dan gamet betina menghasilkan zigot diploid yang berkembang menjadi spora berdinding tebal. Saat spora berkecambah akan dihasilkan miselium baru. 

8.  Keuntungan reproduksi seksual dibandingkan reproduksi aseksual adalah pada reproduksi seksual dihasilkan keturunan yang berbeda sifat dengan induknya sehingga kemungkinan lebih adaptif terhadap lingkungan semakin besar.

9.  -    Rhizopoda: bergerak dengan pseudopodia (kaki semu). Contohnya Amoeba
     -    Ciliata: bergerak dengan silia (rambut getar). Contohnya Paramecium
     -      Flagellata: bergerak dengan flagelum (bulu cambuk). Contohnya Trypanosoma
     -    Sporozoa: tidak memiliki alat gerak.  Contohnya Plasmodium.

10.        Siklus hidup Plasmodium:
     Nyamuk mengisap darah manusia yang mengandung Plasmodium → makrogametosit dan mikrogametosit berkembang menjadi mikrogamet (gamet jantan) dan makrogamet (gamet betina) → fertilisasi di dalam saluran pencernaan nyamuk → terbentuk zigot diploid (ookinet) → ookinet masuk ke dinding usus membentuk kista dan berkembang menjadi sporozoit → sporozoit masuk ke dalam darah manusia melalui ludah nyamuk Anopheles betina → sporozoit masuk ke sel-sel hati dan berkembang secara aseksual menjadi merozoit → menyerang sel darah (tropozoit) sehingga sel darah merah pecah.

11.        Memutus siklus hidup Plasmodium dengan cara membasmi sarang nyamuk.

12.        Eulena dikelompokkan ke dalam protista, sebab memiliki struktur sel eukoriotik, uniseluter. Anggota prostita ada yang menyerupai sifat-sifat jamur, hewan, maupun tumbuhan. Euglena termasuk kelompok protista yang menyerupai sifat tumbuhan. Euglena tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Animlia, flantae, fungi, ataupun menera sebab euglena tidak memiliki jaringan yang sebenarnya

13.        Organisme haploid disebut gamet yang berperan sebagai penyumbang sifat dalam perkawinan sehingga terbentuk zigot.

14.        Ciri khas Ganggang:
·         Euglenoid (Euglenophyta): memiliki bintik mata berisi fotoreseptor yang ditutupi lapisan pigmen merah.  Contohnya Euglena.
·         Ganggang keemasan (Chrysophyta): memiliki pigmen dominan karoten berupa santofil.  Contoh Navicula.
·         Ganggang api (Pyrrophyta/Dinoflagellata): beberapa spesiesnya dapat berpendar dan pada musim tertentu dapat melimpah.  Contoh Gymnodinium breve.
·         Ganggang hijau (Chlorophyta): memiliki pigmen dominan klorofil a dan b.  Contoh: Chlorella.
·         Ganggang merah (Rhodophyta): memiliki pigmen dominan fikobilin jenis fitoeritrin.  Contoh Eucheuma spinosum.

15.        Melimpahnya ganggang api (red tide) terjadi karena meningkatnya nutrien mineral air laut.  Peningkatan nutrien mineral karena adanya putaran arus laut dari bawah ke atas yang mengangkat nutrien sedimen dasar laut ke bagian permukaan laut.  Beberapa spesies ganggang api yang menyebabkan red tide menghasilkan toksin (racun) yang dapat membunuh ikan dan hewan laut disekitarnya. 

II.  Kinerja Ilmiah

1.  Minuman yang dimasak hingga mendidih atau minuman siap konsumsi yang dikemas dengan baik (misalnya air mineral botol). Makanan yang masih mentah atau setengah mentah sebaiknya dihindari. Makanan sebaiknya disiapkan dengan mencuci bahan-bahan makanan dengan air matang lalu makanan dimasak hingga benar-benar matang.

2.  Hipotesis      : Air kolam akan lebih didominasi oleh protista berklorofil (ganggang) sedangkan air got akan lebih didominasi oleh protista tidak berklorofil (protozoa atau protista menyerupai jamur)
     Penjelasan   : Hal tersebut dapat dilihat dan warna airnya, air kolam yang hijau menunjukkan banyak protista yang mengandung zat hijau (klorofil), yaitu ganggang, sedangkanair got yang umumnya berwarna coklat atau hitam menunjukkan sedikitnya protista yang mengandung klorofil.

3.  Ada, jumlah protista yang berhasil diamati salah. Sehingga:
     1.  Jumlah protista yang menyerupai hewan pada sampel air yang diamati adalah 8, yaitu 8 Paramecium

     2.  Jumlah protista yang menyerupai tumbuhan pada sampel air yang diamati adalah 55, yaitu 17 Euglena, 10 Navicula, 18 Chlorella, dan 10 Chlamydonomas.
Read More

2013/09/27

KUNCI JAWABAN SEJARAH ESIS KELAS X evaluasi semester 1

Evaluasi Semester I
A.


1.      d
2.      c
3.      d
4.      a
5.      b
6.      b
7.      e
8.      a
9.      d
10.  c
11.  e
12.  a
13.  d
14.  d
15.  b
16.  d
17.  d
18.  c
19.  a
20.  b
21.  e
22.  a
23.  c
24.  e
25.  a
26.  c
27.  e
28.  a
29.  d
30.  b
31.  d
32.  b
33.  a
34.  a
35.  c
36.  b
37.  d
38.  e
39.  c
40.  c
41.  b
42.  a
43.  c
44.  b
45.  c
46.  b
47.  b
48.  b
49.  c
50.  c



B.
1.      Colingwood berpendapat bahwa sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Jawaban diperoleh dari interpretasi bukti sejarah dan dari self knowledgemanusia.
2.      Kegunaan sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama, secara intrinsik dengan menerapkannya sebagai sebuah ilmu, menyatakan pendapat, dan profesi. Kedua, sejarah digunakan secara ekstrinsik dengan menjadikan sejarah sebagai pendidikan moral, politik, penalaran, dan lain-lain.
3.      Folklore pada masyarakat daerah berfungsi sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, sebagai alat pendidikan anak, serta sebagai alat pemaksa dan penegas norma-norma agar dapat dipatuhi oleh masyarakat. 
4.      Sejarah sebagai peristiwa, tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah, sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa lain dan menjadi bagian dari sebuah proses dalam dinamika historis. Sejarah sebagai kisah, merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian yang terjadi di masa lalu, ada pengaruh kepentingan dari siapa yang menuturkan kisah itu sehingga sejarah sebagai kisah lebih bersifat subjektif. Sejarah sebagai ilmu, sejarah dianggap sebagai ilmu karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah sebagai seni, karena dalam penulisan sejarah diperlukan intuisi, emosi, dan gaya bahasa dalam menyampaikan fakta sejarah.
5.      Kesalahan dalam pemilihan topik adalah, pertama, kesalahan baconian yang menganggap tanpa teori, konsep, ide, paradigma, praduga, hipotesis, atau generalisasi penelitian tetap dapat dilaksanakan. Kedua, kesalahan terlalu banyak pertanyaan, dalam penelitian sejarah ada beberapa hal yang tidak boleh ditanyakan sekaligus, hal ini akan membuyarkan fokus dalam penelitian. Ketiga, kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi, bahwa seorang peneliti sejarah tidak boleh berpikir hanya ada dua pilihan yaitu hitam dan putih.
6.      Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia terbagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
-          Fase pertama adalah fase historiografi tradisional yang meliputi penulisan babad dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah. Pada zaman Hindu-Buddha, penulisan sejarah umumnya bersifat istanasentris, kepentingan dan keinginan raja sangat menentukan isi tulisan. Masalah yang menjadi objek perhatian saat itu adalah masalah-masalah pemerintahan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam pemerintahan ditulis pada batu besar yang disebut dengan nama prasasti.
-          Fase kedua adalah fase historiografi kolonial. Pada masa kolonial, penulisan peristiwa sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia. Sebaliknya, di kalangan rakyat Indonesia, tulisan-tulisan sejarah yang dibuat dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal ini memberikan corak tersendiri terhadap penulisan sejarah masa pergerakan nasional Indonesia.
-          Fase ketiga adalah fase historiografi nasional. Pada masa kemerdekaan,penulisan bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat dipahami. Dengan ini, diharapkan bangsa Indonesia terdorong untuk mengisi kemerdekaan. Sekitar tiga belas tahun sesudah Indonesia merdeka, historiografi modern Indonesia dimulai. Sejak proklamasi kemerdekaan, historiografi nasional terbagi atas tiga tahap atau gelombang. Pertama, gelombang dekolonisasi sejarah dengan menggantikan model pendekatan Nederlando-sentris dengan pendekatan Indonesia-sentris. Kedua, gelombang pemanfaatan ilmu sosial dalam sejarah yang dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo. Ketiga, gelombang reformasi sejarah, berupa pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa.
7.      Sistem kepercayaan pada masayarakat prasejarah di ndonesia berpusat pada pemujaan terhadap roh nenek moyang yang diyakini hidup dan dapat mempengaruhi hidup mereka. Pemujaan terhadap roh nenek moyang dilakukan dengan tujuan agar arwah nenek moyang mereka dapat hidup tenang di alam baka. Masyarakat prasejarah memberikan persembahan untuk para arwah nenek moyang mereka, mendoakan dan agar nenek moyang mereka dapat memberikan kesejahteraan bagi anak-cucu yang ditinggalkan. Sedangkan dalam sistem pengetahuan, masyarakat prasejarah telah menggunakan alat-alat sederhana untuk membantu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada zaman holosen, alat-alat dari batu lebih bervariasi bentuk dan kegunaannya. Semakin lama alat-alat yang digunakan oleh masyarakat purba semakin baik.
8.      Sumber sejarah adalah, bahan yang dijadikan rujukan dalam penulisan sejarah. Dari bahan dan berdasarkan urutannya sumber terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Fakta sejarah adalah olahan data yang telah di hasilkan melalui proses verifikasi dan interpretasi. Bukti sejarah adalah, peninggalan sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berbentuk tertulis atau tidak tertulis.
9.      Yang dimaksud dengan prinsip dasar penelitian sejarah adalah langkah-langkah dalam melakukan penelitian sejarah yaitu pertama, pemilihan topik, kedua heuristik, ketiga verifikasi atau kritik sejarah dan keabsahan sumber, keempat interpretasi, dan kelima historiografi.
10.  Dalam penafsiran atau interpretasi sejarah sengaja atau tidak pasti dipengaruhi oleh subjektifitas peneliti. Seorang sejarawan meberikan tafsiran agar data yang diperolehnya dapat berbicara. Sejarawan yang jujur akan mencantumkan data dan keterangan dari mana data tersebut didapatkan. Sehingga oranglain dapat melihat kemabali dan menafsirkan ulang data tersebut. Subjektifitas membuat interpretasi sejarah berdasarkan topik yang sama dapat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh latar belakang dan sudut pandang masing-masing sejarawan.
11.  Periodisasi merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu. Periodisasi dalam penulisan sejarah tergantung pada jenis penulisan sejarah yang akan dilakukan. Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan agama. Sedangkan kronologi adalah, ilmu untuk menentukan waktu terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa tersebut secara tepat berdasarkan urutan waktu. Tujuan kronologi adalah untuk menghindari anakronisme atau kerancuan waktu dalam sejarah.
12.  Karena dengan mempelajari sejarah kita akan mampu memahami, menilai, dan mengambil keputusan secara lebih cermat dan bijaksana.
13.  Peristiwa dikatakan sebagai peristiwa sejarah apabila mengandung objektivitas. Objektivitas sejarah sebagai peristiwa terletak pada fakta yang berkaitan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi. Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa. Peristiwa sejarah juga bersifat unik karena hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang kembali secara persis. Peristiwa sejarah juga merupakan peristiwa yang penting karena peristiwa itu mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
14.  Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu. Dalam waktu, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yakni perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Artinya, sejarah melihat perkembangan masyarakat dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Sejarah juga melihat kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat. Misalnya, kolonialisme merupakan kelanjutan dari patrimonialisme. Sejarah juga melihat perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar.

15.  Heuristik atau pengumpulan informasi mengenai topik penelitian sejarah lazimnya dilakukan oleh sejarawan dengan menelaah berbagai buku referensi, bahan-bahan arkeologis, epigrafis, numismatis, dokumen resmi, dan dokumen-dokumen pribadi.
Read More