2013/09/27

KUNCI JAWABAN SEJARAH ESIS KELAS X BAB 3

Kunci Jawaban
A.


1.      a
2.      a
3.      d
4.      b
5.      a
6.      c
7.      d
8.      b
9.      a
10.  c
11.  b
12.  c
13.  a
14.  b
15.  a
16.  a
17.  d
18.  a
19.  b
20.  a



B.
1.      Langkah penelitian sejarah pertama, pemilihan topik, kedua heuristik, ketiga verifikasi atau kritik sejarah dan keabsahan sumber, keempat interpretasi, dan kelima historiografi.
2.      Topik yang dipilih haruslah bernilai, orisinil, praktis, dan memiliki kedekatan emosional dan kedekatan intelektual dengan peneliti. Dan bagi pemula dalam pemilihan topik yang harus diperhatikan adalah pertanyaan dimana, siapa, kapan, dan bagaimana.
3.      Sumber sejarah adalah, bahan yang dijadikan rujukan dalam penulisan sejarah. Dari bahan dan berdasarkan urutannya, sumber terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Fakta sejarah adalah olahan data yang telah di hasilkan melalui proses verifikasi dan interpretasi. Bukti sejarah adalah, peninggalan sebuah peristiwa atau kejadian yang dapat berbentuk tertulis atau tidak tertulis.
4.      Kesalahan dalam pemilihan topik adalah, pertama kesalahan baconian yang menganggap tanpa teori, konsep, ide, paradigma, praduga, hipotesis, atau generalisasi penelitian tetap dapat dilaksanakan. Kedua kesalahan terlalu banyak pertanyaan, dalam penelitian sejarah ada beberapa hal yang tidak boleh ditanyakan sekaligus hal ini akan membuyarkan fokus dalam penelitian. Ketiga kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi, bahwa seorang peneliti sejarah tidak boleh berpikir bahawa hanya ada dua plikihan yaitu hitam dan putih.
5.      Yang diperhatikan dalam memeriksa otensitas sumber adalah,
-          kesesuaian tanggal dengan isi dokumen.
-          menyelidiki tinta yang dipakai apakah komposisi kimia tinta anakronistis.
-          mengidentifikasi pengarang dan tulisan tangan, tanda tangan, material, dan jenis huruf yang digunakan.
-          menyelidiki apakah dalam dokumen tersebut ada langgam bahasa yang tidak anakronistis.
-          menyelidiki apakah referensi peristiwa dengan tanggal didokumen bersifat anakronistis.
6.      Jenis sejarah, a. Sejarah ekonomi, merupakan studio tentang usaha manusia untuk meyediakan batang dan jasa. b. Sejarah politik, sebuah studi tentang kegiatan politik atau kenegaraan suatu negara. c. Sejarah sosial, ilmu yang meneliti masyarakat secara total dan global dengan tema sosial yang membawa perubahan pada kurun waktu tertentu.d. Sejarah kebudayaan, sejarah kebudayaan merupakan pendahulu dari bermacam penulisan sejarah.
7.      Kesalahan dalam melakukan interpretasi
-       kesalahan membedakan alasan, sebab, kondisi, dan motivasi. Karena keempat hal ini memiliki perbedaan makana yang tipis.
-       kesalahan pos hoc, proper hoc. Setelah ini maka ini. Kesalahan ini terjadi ketika sejarawan menunjukan bahwa peristiwa A lebih dulu dari peristiwa B.
-       Kesalahan reduksionisme. Kesalahan ini dapat dihindari dengan menyederhanakan gejala-gejala yang sebenarnya kompleks.
-       kesalahan pluralisme yang berlebihan. Kesalahan ini muncul ketika sejarawan mencoba menghindari reduksionisme.
8.      Prinsip dasar penelitian sejarah lisan adalah metode wawancara. Metode ini sudah dikenal sejak lama, sejak zaman romawi, Herodotus telah menggunakan teknik ini. İa mengajukan pertanyaan silang kepada narasumber tentang suatu peristiwa sejarah.
9.      Hubungan antara peristiwa sejarah dengan peninggalan adalah setiap peristiwa sejarah terjadi pasti meninggalkan benda-benda yang mengingatkan orang tentang peristiwa tersebut. Peninggalan tersebut menjadi bukti sejarah yang disebut sebagai benda peninggalan sejarah. Selain meninggalkan benda-benda bersejarah, suatu peristiwa dapat pula di kenang dan di abadikan dalam sebuah monumen peringatan bersejarah, biasanya monumen ini dibangun untuk menyampaikan pesan dan makna dari peristiwa sejarah tersebut.

10.  Sejarah lisan dapat digunakan sebagai metode, sumber sejarah, dan peluang untuk mengembangkan substansi dari penulisan sejarah. Sebagai metode, sejarah lisan dengan jelas dan tepat melukiskan peristiwa sejarah yang terjadi. Sejarah lisan juga dapat dengan cermat menggambarkan kandungan emosional penutur sejarah. Sebagai sumber, sejarah lisan menyediakan sumber untuk penelitian sejarah dalam bentuk tape atau transkrip. Sebagai peluang, sejarah lisan dapat mengembangkan substansi penulisan sejarah. 
Read More

KUNCI JAWABAN SEJARAH ESIS KELAS X BAB 2

Kunci Jawaban
A.
1.   e                            11. a
2.   a                            12. e
3.   c                            13. a
4.   a                            14. d
5.   d                            15. b
6.   c                            16. d
7.   a                            17. c
8.   c                            18. c
9.   a                            19. d
10. c                            20. b

B.
1.   Ciri-ciri dari tradisi lisan adalah:
-          Pesan-pesan disampaikan secara lisan, baik melalui ucapan, nyanyian maupun            musik.
-          Tradisi lisan berasal dari generasi sebelum generasi sekarang (paling sedikit satu            generasi sebelumnya). Hal itu menunjukkan fungsi pewarisan pada tradisi lisan.
2.   Dua dimensi kisah dan cerita dalam tradisi lisan adalah:
-          Dimensi kisah, berupa kisah perorangan atau kelompok adalah kisah tentang           kejadian di sekitar kehidupan kelompok. Inti kisah ini sebenarnya merupakan fakta           tertentu yang diselimuti berbagai unsur dimensi magis religius sebagaimana yang             mereka percayai.
-          Cerita kepahlawanan menggambarkan tindakan kepahlawanan yang mengagumkan           bagi kelompok pemiliknya. Cerita ini biasanya berpusat pada tokoh-tokoh tertentu.           Selain memiliki dimensi historis karena faktanya dapat ditelusuri, cerita              kepahlawanan juga memiliki dimensi magis religius.
3.   Perbedaan antara monogenesis dan poligenesis adalah:
-          Monogenesis adalah suatu penemuan yang diikuti oleh proses difusi atau           penyebaran.
-          Poligenesis adalah akibat adanya penemuan-penemuan sendiri atau yang sejajar           terhadap motif-motif cerita yang sama di tempat-tempat yang berlainan serta alam           masa yang berlainan atau pun bersamaan.
4.   Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam mengenali sebuah folklore adalah:
-          Folklore biasanya menyebar dan diwarisi secara lisan.
-          Folklore bersifat tradisional. Hal ini terlihat dari sistem penyebarannya yang relatif           tetap.
-          Folklore ada dalam versi yang berbeda karena penyampaiannya secara lisan           memungkinkan adanya perubahan di dalamnya. 
-          Folklore bersifat anonim karena nama penciptanya tidak diketahui lagi.
-          Folklore memiliki bentuk yang biasanya mempunyai rumus atau berpola. Hal ini,           terlihat dalam cerita rakyat yang selalu menggunakan kata-kata klise, seperti           ”bulan empat belas hari” untuk menggambarkan kecantikan seorang gadis atau           menggunakan kata-kata pembukaan dan penutup yang baku, seperti ”menurut          empunya cerita... mereka pun mengalami kesengsaraan...   
-          Folklore memiliki suatu fungsi dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, cerita           rakyat yang sangat berguna sebagai alat pendidik, protes sosial, dan proyeksi dari           keinginan yang terpendam.  
-          Folklore bersifat pralogis karena logikanya sendiri tidak sesuai dengan logika           umum.
-          Folklore menjadi milik bersama masyarakat tertentu. Hal ini karena penciptanya           yang pertama tidak diketahui lagi. Maka, semua anggota masyarakat itu merasa           memilikinya.
-          Folklore pada umumnya bersifat polos dan lugu walaupun sering kali kelihatan           kasar dan terlalu spontan.
5.   Kelompok golongan legenda menurut Jan Harold Brunvand adalah:
-          Legenda keagamaan. Yang  termasuk kelompok golongan legenda ini, antara lain          legenda orang-orang saleh dan suci dari suatu agama.
-          Legenda alam gaib. Legenda seperti ini biasanya berbentuk kisah yang dianggap            benar-benar terjadi dan pernah dialami oleh seseorang. Fungsinya adalah untuk           meneguhkan kebenaran ”takhayul” atau kepercayaan rakyat.
-          Legenda perseorangan. Cerita tentang tokoh-tokoh tertentu. Cerita tersebut           dianggap oleh yang empunya cerita benar-benar pernah terjadi.
-          Legenda setempat. Yang termasuk ke dalam golongan legenda setempat adalah           cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk tipografi.
6.   Runutan perkembangan kesusasteraan tertulis Indonesia adalah:
-          Kesusasteraan Mataram. Hasil karyanya yang tertua adalah Shang Hiang           Kamahayanikan yang ditulis oleh Sambara Suryawanasa. Di dalam kitab ini,           dikisahkan masalah ajaran dan ibadah agama Buddha Tantrayana.
-          Zaman Kediri memiliki hasil karya, yakni Arjuna Wiwaha karangan Mpu Kanwa,           Kresnayana karangan Mpu Dharmaja, dan Bharatayudha karya Mpu Sedah yang          kemudian diselesaikan oleh Mpu Panuluh.
-          Zaman Majapahit I memiliki karya sastra Negarakertagama karangan Mpu           Prapanca tentang raja-raja Singasari dan raja-raja Majapahit. Kitab Sutasoma           karangan Mpu Tantular.
-          Zaman Majapahit II memiliki karya sastra kitab Pararaton dan Bubhuksah. Kitab           Pararaton berisi kisah tentang mitos dari Ken Arok sampai akhir Majapahit.           Sementara itu, Bhubuksah berisi kisah tentang dua bersaudara yang mencapai           kesempurnaan.
7.   Penjelasan mengenai tiang bertulis di Kutai dan batu bertulis dari Tarumanegara adalah sebagai berikut:
-         Tiang bertulis di Kutai. Pada lembah sungai Mahakam di Kalimantan Timur,           ditemukan tujuh buah tugu batu yang digambarkan sebagai yupa, tempat mengikat           hewan-hewan yang akan dipersembahkan. Pada tugu-tugu batu ini, tertulis sajak-          sajak dalam bahasa sansekerta yang mengisyaratkan persembahan besar-besaran.           Persembahan ini utamanya terdiri atas hewan ternak, tetapi terdapat pula binatang           lain, seperti kuda yang diberikan kepada para Brahmana sebagai balas jasa atas           kehadiran mereka dalam ritual tersebut sebagai wakil dari Raja Mulawarman.           Tulisan pada tiang-tiang ini menunjukkan waktu penulisannya, yakni pada            pertengahan kedua abad ke-4. Namun, sebuah geonologi yang terdapat di           dalamnya menunjukkan bahwa kerajaan tersebut kemungkinan telah berdiri satu           abad lebih awal.
-         Batu bertulis dari Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara yang berada di Jawa           Barat berkembang di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman pada abad ke-5.           Nama raja ini terdapat dalam sejumlah batu bertulis yang salah satunya ditemukan           dalam sebuah batu besar yang terdapat di tengah-tengah aliran sungai. Bekas           telapak kaki sang raja pada batu ini mungkin sebagai tanda yang menandai daerah           taklukkan atau wilayah kekuasaannya. Pada tulisan dalam prasasti itu, Raja           Purnawarman membandingkan bekas telapak kakinya dengan bekas telapak kaki           Wisnu, dewa dalam ajaran Hindu. Sebuah batu menunjukkan bekas telapak kaki           gajah milik raja yang diduga didatangkan dari Sumatera mengingat sejak zaman           Prasejarah tidak ditemukan gajah liar di Pulau Jawa. Peninggalan Purnawarman           yang paling penting dan utama adalah pembangunan saluran air ke arah timur laut           Jakarta, yang barangkali bertujuan untuk mencegah banjir.
8.   Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia terbagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut:
-          Fase pertama adalah fase historiografi tradisional yang meliputi penulisan babad        dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang           cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah. Pada zaman Hindu-          Buddha, penulisan sejarah umumnya bersifat istanasentris, kepentingan dan           keinginan raja sangat menentukan isi tulisan. Masalah yang menjadi objek           perhatian saat itu adalah masalah-masalah pemerintahan. Peristiwa-peristiwa yang           terjadi di dalam pemerintahan ditulis pada batu besar yang disebut dengan nama         prasasti.
-          Fase kedua adalah fase historiografi kolonial. Pada masa kolonial, penulisan           peristiwa sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di           Indonesia. Sebaliknya, di kalangan rakyat Indonesia, tulisan-tulisan sejarah yang           dibuat dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa           Indonesia melawan penjajah. Hal ini memberikan corak tersendiri terhadap           penulisan sejarah masa pergerakan nasional Indonesia.
-          Fase ketiga adalah fase historiografi nasional. Pada masa kemerdekaan, penulisan           bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat           dipahami. Dengan ini, diharapkan bangsa Indonesia terdorong untuk mengisi           kemerdekaan. Sekitar tiga belas tahun sesudah Indonesia merdeka, historiografi           modern Indonesia dimulai. Sejak proklamasi kemerdekaan, historiografi nasional           terbagi atas tiga tahap atau gelombang. Pertama, gelombang dekolonisasi sejarah           dengan menggantikan model pendekatan Nederlando-sentris dengan pendekatan           Indonesia-sentris. Kedua, gelombang pemanfaatan ilmu sosial dalam sejarah yang           dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo. Ketiga, gelombang reformasi sejarah, berupa           pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa            Soeharto berkuasa.
9.   Tradisi masyarakat prasejarah dalam bidang mata pencaharian, awalnya adalah tatanan perekonomian masyarakat prasejarah lebih tergantung pada aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan. Kemudian, gaya hidup ini lambat laun berubah menjadi aktivitas bercocok tanam dengan sitem pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dan umur.

10. Sebuah kisah dapat dikatakan sebagai gosip sejarah (historical gossip) karena inti kisah ini sebenarnya merupakan fakta tertentu yang diselimuti berbagai unsur dimensi magis religius sebagaimana yang mereka percayai. Selain itu, fakta tersebut dituturkan dengan berbagai tambahan sesuai dengan selera penuturnya. Itulah sebabnya kisah ini dikatakan sebagai gosip sejarah (historical gossip).
Read More

KUNCI JAWABAN Sejarah ESIS KELAS X BAB 1

A.


1.      a   
2.      a
3.      a
4.      e
5.      c
6.      b
7.      c
8.      a
9.      a
10.  c
11.  c
12.  d
13.  e
14.  a
15.  e
16.  d
17.  b
18.  a
19.  d
20.  a



B.
1.      Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Kata pohon biasanya bermakna pada hubungan keturunan atau asal usul keluarga atau silsilah dinasti. Apabila kita melihat gambaran silsilah raja atau dinasti gambaran itu akan seperti pohon terbalik.
2.      Sejarah menurut Kontowijoyo adalah menyuguhkan fakta secara diakronis, idiografis, unik, dan empiris.
3.      Colingwood berpendapat bahwa sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Jawaban diperoleh dari interpretasi bukti sejarah dan dari self knowledge manusia.
4.      Sejarah sebagai peristiwa, tidak semua peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah, sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai peristiwa sejarah jika peristiwa tersebut dapat dikaitkan dengan peristiwa lain dan menjadi bagian dari sebuah proses dalam dinamika historis. Sejarah sebagai kisah, merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian yang terjadi di masa lalu, ada pengaruh faktor kepentingan dari siapa yang menuturkan kisah itu sehingga sejarah sebagai kisah lebih bersifat subjektif. Sejarah sebagai ilmu, sejarah dianggap sebagai ilmu karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah sebagai seni, karena dalam penulisan sejarah diperlukan intuisi, emosi, dan gaya bahasa dalam menyampaikan fakta sejarah.
5.      Contoh sejarah sebagai kisah adalah otobiografi seorang tokoh dan contoh sejarah sebagai peristiwa adalah pemberontakan PKI pada tahun 1965.
6.      Leopold von Ranke.
7.      Generalisasi adalah penyimpulan dari khusus ke umum. Periodisasi adalah pengklasifikasian peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu. Kronologi adalah urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya.
8.      Agar seseorang yang mempelajari sejarah tidak lagi berpikir monokausal, yaitu sebuah pikiran yang menyatakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena satu alasan. Tapi setelah mempelajari sejarah seseorang dapat berpikir secara plurikausal, yaitu berpikiran bahwa setiap kejadian terjadi karena banyak alasan.
9.      Fungsi simplikasi dalam sejarah, antara lain untuk penyederhanaan bagi peneliti dalam melakukan analisis. Fungsi saintifikasi adalah agar sejarah juga melakukan penyimpulan umum, generalisasi sejarah digunakan untuk mengecek teori yang lebih luas.

10.  Kegunaan sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama, secara intrinsik dengan menerapkanya sebagai sebuah ilmu, menyatakan pendapat, dan profesi. Kedua, sejarah digunakan secara ekstrinsik dengan menjadikan sejarah sebagai pendidikan moral, politik, penalaran, dan lain-lain.
Read More

2013/09/14

KUNCI JAWABAN KIMIA ESIS KELAS XII BAB 5

Bab 5: Makromolekul

Soal Pemahaman
A. Soal Esai

1.      - Makromolekul adalah molekul yang sangat besar dengan ukuran 10 – 10.000 Å, yang terbentuk dari ratusan bahkan ribuan atom.
-    Polimer organik adalah polimer yang tersusun dari atom-atom C membentuk rantai karbon yang panjang.
-    Polimer alam adalah polimer organik yang terjadi secara ilmiah seperti amilum, selulosa, dan protein.
-    Polimer sintetis adalah hasil sintetis senyawa-senyawa organik di mana molekul-molekulnya berupa monomer-monomer bergabung membentuk rantai panjang melalui ikatan kovalen.
2.      Polimer adisi dan polimer kondensasi.
3.  
4.   a.   - Termoplas bersifat lunak jika dipanskan, dan dapat dicetak kembali menjadi bentuk lain.
         -  Termoset mempunyai bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika dipanaskan.
         -  Elastomer bersifat elastis atau dapat mulur jika ditarik dan kembali ke bentuk awal jika gaya tarik dihilangkan.
      b.-  Termoplas memiliki banyak rantai panjang yang terikat oleh gaya antar-molekul yang lemah.
         -  Termoset memiliki banyak ikatan kovalen yang sangat kuat di antara rantai-rantainya. (namun, pemanasan terlalu tinggi akan menyebabkan ikatan-ikatan tersebut putus dan termoset akan terbakar).
         -  Elastisitas dari elastomer diperoleh dari tumpang tindih antara rantai-rantai polimer yang memungkinkan rantai-rantai ditarik, dan ikatan silang (crosslink) yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut ke susunan tumpang tindihnya.
5.   -  Panjang rantai/jumlah monomer: Kekuatan polimer bertambah dengan semakin panjangnya rantai/jumlah monomer karena terdapat semakin banyak gaya antara rantai-rantainya.
      -  Susunan rantai satu terhadap lainnya, bersifat teratur membentuk daerah kristalin, dan acak membentuk daerah amorf. Polimer dengan banyak daerah kristalin akan lebih kuat karena rantai-rantainya tersusun rapat, meski kurang fleksibel. Sebaliknya, polimer dengan banyak daerah amorf akan bersifat lemah dan lunak.
      -  Tingkat pencabangan pada rantai, adanya banyak cabang akan membuat susunan rantai-rantai polimer menjadi tidak teratur. Hal ini akan mengurangi kerapatan dan kekerasan polimer, namun menaikkan fleksibilitasnya.
      -  Gugus fungsi dalam monomer, mengakibatkan kekuatan gaya antar-molekul polimer meningkat dan akan menaikkan kekerasan plastik.
      -  Ikatan silang antar-rantai polimer, polimer yang tidak mempunyai ikatan silang bersifat lunak sedangkan yang memiliki ikatan silang bersifat keras dan sulit meleleh.
      -  Penambahan zat aditif dimaksudkan untuk memperbaiki atau memperoleh sifat yang diinginkan.
6.   Plastik biasa dibuat dari polietena atau LDPE (polietena dengan kerapatan rendah) melalui reaksi polimerisasi adisi molekul-molekul etena. Sifatnya lunak, kurang kuat dan tidak tahan panas. Sedangkan serat diperoleh dengan cara menyususn ulang rantai-rantai polimer agar paralel satu sama lainnya. Sifatnya kuat dan sulit diputus.
7.   Kuat, tidak kaku, lentur, insulator listrik.
8.   a.   Karet alam, sukrosa
      b.   Nilon.
      c.   Stirena, etana
      d.  
9    Jenis karbohidrat yang dimaksud adalah polisakarida. Jenis monomernya adalah monosakarida.
10. a.   Bentuk struktur dari monosakarida tergantung dari fasenya. Sebagai padatan, monosakarida mempunyai struktur cincin. Sedangkan monosakarida yang larut dalam air mempunyai struktur rantai terbuka dan struktur cincin yang berada dalam keadaan setimbang, namun dengan struktur cincin yang mendominasi.            
      b.   Glukosa termasuk aldoheksosa karena mempunyai gugus fungsi ─CHO dengan 6 atom C, sedangkan fruktosa termasuk ketoheksosa karena mempunyai gugus fungsi ─CO─ dengan 6 atomC.
      c.
11. Larutan Benedict dapat menguji adanya gugus aldehida (─CHO), larutan Fehling dapat membedakan gugus aldehid (─CHO) dan keton (─CO─) serta mengidentifikasi adanya gula pereduksi, sedangkan larutan Tollens dapat membedakan gugus aldehida (─CHO) dan keton (─CO─).
12. a.   Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua monosakarida melalui reaksi kondensasi.
      b.   Sukrosa unit monosakaridanya terdiri dari glukosa + fruktosa.
            Laktosa unit monosakaridanya terdiri dari glukosa + galaktosa.
            Maltosa unit monosakaridanya terdiri dari glukosa + glukosa.
b.      ketiga disakarida tersebut dapat terurai kembali melalui reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis ini berlangsung dengan bantuan asam atau enzim invertase.
Disakarida + H2O     asam/enzim            Monosakarida + Monosakarida
13. -     Amilum terdiri dari dua komponen utama, yakni amilosa dan amilopektin. Amilosa tersusun dari molekul-molekul α-glukosa dengan ikatan glikosida α-(1-4) membentuk rantai linier. Sedangkan amilopektin terdiri dari rantai-rantai amilosa (ikatan α-(1-4)) yang saling terikat membentuk cabang dengan ikatan glikosida
            α-(1-6).
      -     Glikogen tersusun dari banyak α-glukosa yang membentuk struktur rantai yang sangat bercabang dibandingkan amilum. Struktur glikogen melibatkan ikatan
            α-(1-4) pada rantai lurus dan juga α-(1-6) pada percabangan.
      -     Selulosa tersusun dari rantai-rantai lurus molekul-molekul β-D-glukosa yang terikat dengan ikatan glikosida β-(1-4).
14. a.   Glukosa dan maltosa, karena keduanya memiliki gugus hemiasetal bebas yang merupakan gula pereduksi, yang dapat mereduksi larutan benedict.
      b.
15. Contoh monosakarida: glukosa, fruktosa, ribosa dan deoksiribosa.
      Contoh disakarida: sukrosa, laktosa, dan maltosa.
      Contoh polisakarida: amilum, selulosa, dan glikogen.
16.  Asam amino bersifat amfoterik karena mempunyai gugus asam (karboksil) dan basa (amino). Kedua gugus dapat bereaksi dalam molekul tersebut membentuk garam ionik internal atau ion zwitter.
17.  a.   Asam amino sistein
b.  
c.   Ikatan Peptida, senyawa yang terbentuk sisteilsistein (Cys-Cys)
d.   Masih, Karena senyawa dipeptida tersebut memiliki gugus ─COOH dan ─NH2, maka senyawa tersebut masih dapat bereaksi / mengikat asam amino lainnya membentuk tripeptida.
18.  a.   Ikatan peptida adalah ikatan kovalen C─N yang terbentuk antara atom C pada gugus ─COOH dari suatu asam amino, dengan atom N pada gugus ─NH2 dari asam amino lainnya dalam reaksi kondensasi.
b.      Polipeptida adalah banyaknya asam amino yang bergabung sedangkan protein adalah bergabungnya monomer-monomer asam-asam amino melalui ikatan peptida dalam reaksi polimerisasi kondensasi.
19. 1.   Struktur primer menggambarkan urutan asam amino yang membentuk polipeptida.
      2.   Struktur sekunder menggambarkan susunan tiga dimensi dari polipeptida.
      3.   Struktur tersier menggambarkan lipatan tiga dimensi dari struktur sekunder.
      4.   Struktur kuartener menggambarkan susunan tiga dimensi lebih dari satu struktur tersier.
20. Denaturasi protein adalah rusaknya ikatan subsidiari pada protein sehingga mengalami perubahan bentuk dan tidak dapat kembali ke bentuk awal. Contoh: enzim nuklease yang berfungsi mendegradasi DNA dan RNA, akan terdenaturasi dalam suatu asam.
      Renaturasi protein adalah rusaknya ikatan subsidiari pada protein sehingga mengalami perubahan bentuk namun dapat dikembalikan ke bentuk awal. Contoh: Enzim nuklease yang telah terdenaturasi dalam suatu larutan asam dapat terenaturasi dalam kurang dari 1 detik jika larutan enzim dinetralkan.
21.  Protein sederhana hanya terdiri dari asam amino tanpa gugus kimia lainnya. Sedangkan Protein konjugasi adalah molekul protein yang terikat ke gugus kimia lain, yang disebut gugus prostetik.
22. a.   Tidak larut dalam air, mengandung urutan berulang asam-asam amino tertentu.
      b.   terdiri dari lembaran-βberlipat
      c.   Struktur sekunder, terdiri dari heliks-α
23. a.   Gliserol dan air
      b.   Asam stearat, asam palmitat, asam miristat, asam laurat, dll.
      c.   Mentega dan Minyak kelapa
24. a.   Lemak akan membentuk padatan dalam suhu ruang, sedangkan minyak berupa cairan pada suhu ruang.
      b.   Minyak dapat diubah menjadi lemak dengan cara merubah ikatan rangkapnya menjadi ikatan tunggal. Hal ini dilakukan dengan proses hidrogenasi. Pada proses hidrogenasi, uap minyak dilewatkan bersama hidrogen melalui katalis Ni yang panas.
      c.   yang termasuk lemak: mentega.
            Yang termasuk minyak: margarin lunak, margarin keras dan minyak goreng.
25. a.   Kandungan komposisi asam lemak jenuhnya sedikit.
      b.   Mentega
      c.   Mengurangi penumpukan lemak di dalam arteri.

 B. Soal Pilihan Ganda

1.   D                 6.  E 
2.   B                 7.  B 
3.   A                 8.  C 
4.                       9.  E

5.   B                 10.   
Read More

2013/08/26

KUNCI JAWABAN KIMIA ESIS KELAS XII BAB 4

Bab 4: Kimia Karbon II

Soal Pemahaman
A. Soal Esai

1.      Atom atau gugus atom yang merupakan bagian paling reaktif dari senyawa karbon.
2.      a.   Isomer-isomer yang mempunyai rumus kimia yang sama, tetapi dengan gugus fungsi yang berbeda.
b.   Senyawa yang mempunyai suatu atom asimetris, yakni suatu atom yang terikat dengan 4 atom atau gugus atom yang berbeda. Jika dua gugus diubah posisinya, maka akan terbentuk dua molekul yang berbeda, yang merupakan bayangan satu sama lainnya.
3.   a.   Reaksi substitusi
      b.   Reaksi adisi
      c.   Reaksi substitusi
      d.   Reaksi eliminasi
      e.   Reaksi substitusi
4.   Alkanol adalah senyawa karbon turunan alkana dari keluarga alkohol yang memiliki gugus hidroksil ─OH. Rumus umum alkanol: CnH2n+ 2O
5.   a.   - Alkanol primer adalah alkanol di mana gugus ─OH terikat pada atom C yang mengikat 1 atom C lainnya dan 2 atom H. Contoh: 1-propanol
            - Alkanol sekunder adalah alkanol di mana gugus ─OH terikat pada atom C sekunder. Contoh: 2-butanol
      - Alkanol tersier adalah alkanol di mana gugus ─OH terikat pada atom C tersier. Contoh: 2-metil-2-propanol.
b.   -  Alkanol primer mudah teroksidasi membentuk aldehida, yang akan teroksidasi dengan cepat membentuk asam alkanoat.
      -  Alkanol sekunder mudah teroksidasi membentuk alkanon.
      -  Alkanol tersier tidak mudah teroksidasi karena tidak memiliki atom H yang terikat pada atom C karbinol.
6.   a.   3-pentanol                               c. 3-etil-1-butanol
      b.   1,2-dimetil-1-butanol             d. 4-etil-3-metil-3-heksanol
7.   a.
      b.
      c.
8.   a.  
      b.
      c.   keisomeran optik terbentuk jika senyawa mempunyai atom C asimetrik, yakni atom yang terikat dengan 4 atom atau gugus atom yang berbeda. Contoh: senyawa 2-butanol memiliki suatu atom C asimetrik, sehingga 2-butanol memiliki 2 isomer optik yang disebut D-2-butanol dan L-2-butanol.
9.   a.   Titik didih alkanol cenderung lebih tinggi dibandingkan titik didih alkana.
      b.   kelarutan alkanol dalam air (pelarut polar) berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena alkanol bersifat semakin non-polar. Sedangkan dalam pelarut organik semakin panjang rantai karbon maka alkanol dapat larut dengan baik.
10. a.
      b.
      c.
      d.
11. a.   Alkoksialkana adalah senyawa karbon turunan alkana dari keluarga eter yang memiliki gugus fungsi ─OR’ (alkoksi). Rumus umumnya: CnH2n + 2
      b.   Alkoksialkana tunggal adalah alkoksialkana dengan dua gugus alkil yang simetris, yakni R = R’.
            Alkoksialkana majemuk adalah alkoksialkana dua gugus alkil yang asimetris, yakni R ≠ R’.
12. a.   2-dimetil-1-metoksipropana
      b.   2-metil-2metoksibutana
13. a.
      b.
      c.
14.
15. a.   Titik didih etanol jauh lebih tinggi dibandingkan titik didih dimetil eter.
      b.   Kelarutan alkoksialkana dalam pelarut polar seperti air sangat kecil karena alkoksialkana membentuk ikatan hidrogen yang sangat lemah dengan air.
16. a.   C3H7─O─C2H5+ HI    →  C3H7─OH + C2H5─I
      b.   C3H7─O─C3H7+ 2HI  →  2C3H7─I + H2O
      c.   CH3─O─C2H5+ PCl5  →  CH3─Cl + C2H5─Cl + POCl3
17. alkanol dan alkoksialkana dapat dibedakan melalui dua reaksi berikut:
      1.   Reaksi dengan logam reaktif
            Alkanol dapat bereaksi dengan logam reaktif melepaskan gas H2, sementara alkoksialkana tidak dapat bereaksi.
2.   Reaksi dengan PCl5
Alkanol bereaksi dengan PCl5 membebaskan gas HCl, sedangkan reaksi alkoksialkana tidak melepas HCl.
10.  Alkanal adalah senyawa karbon turunan alkana dari keluarga aldehida yang memiliki gugus fungsi ─CHO pada salah satu ujungnya. Rumus umumnya: CnH2nO
11.  a.   2-metilbutanal
b.      2,4,4-trimetilpentanal
20.
21. Pentanal, 2-metilbutanal, 3-metilbutanal, dan 2,2-dimetilpropanal.
22. a.   Karena gaya antar-molekul pada alkanal rantai panjang yang lebih berperan adalah gaya London.
      b.   kelarutan alkanal dalam air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena alkanal semakin bersifat non-polar.
23. a.   CH3─CH2─CH2OH
      b.   CH3─CH2─COOH
24. butanal: CH3─CH2─CH2─COH
      2-butanon: CH3─CH2─CO─CH3
      Reaksi identifikasi untuk membedakan kedua senyawa tersebut adalah reaksi oksidasi. Alkanal adalah reduktor kuat yang dapat bereaksi dengan oksidator lemah seperti larutan Fehling dan larutan Tollens. Sedangkan alkanon adalah reduktor lemah yang tidak dapat mengoksidasi kedua larutan tersebut.
25.  Alkanon adalah senyawa karbon yang mengandung gugus fungsi ─CO─ yang terikat pada dua gugus alkil R dan R’. Rumus umumnya: CnH2nO.
26.  -     4-metil-3-heksanon
-     2,3-dimetil-4-heptanon.
27. a.
      b.
      c.
28. 2-heksanon, 3-heksanon, 3-metil-2-pentanon, 4-metil-2-pentanon.
29. a.               Propanon memiliki gaya tarik-menarik dipol-dipol yang sama dengan propanal, hal ini menyebabkan titik didih antara propanon dan propanal tidak berbeda jauh, namun demikian titik didih propanon masih lebih tinggi dibandingkan titik didih propanal.
      b.   senyawa 2-pentanon. Karena dengan pertambahan panjang rantai karbon, maka gaya antar-molekul yang lebih berperan adalah gaya London. Semakin panjang rantai karbon maka semakin tinggi titik didihnya.
      c.               kelarutan alkanon dalam pelarut polar seperti air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena alkanon semakin bersifat non-polar.
30.
31. Asam alkanoat adalah senyawa karbon turunan alkana dari keluarga asam karboksilat yang mengandung gugus fungsi karboksilat yang mengandung fungsi karboksil ─COOH yang terikat ke suatu gugus alkil R. Rumus umumnya: CnH2nO2
32. -     Asam 2-metil propanoat
      -     Asam 4-etil heksanoat
33. a.
      b.
34. Asam pentanoat, asam-2-metil butanoat, asam-3-metil butanoat.
35. a.   Kecenderungan titik didih asam alkanadioat lebih tinggi dibandingkan asam alkanoat.
      b.   Karena adanya gugus karboksil ─COOH pada gugus fungsinya.
36. a.   CH3COONa + H2O
      b.   Zn(CH3COO)2 + H2
      c.   C2H5COCl(l)+ SO2(g) + HCl(g) 
      d.   CH3COOC2H5(l)+ H2O
37. Asam alkanadioat adalah asam alkanoat yang mengandung 2 gugus ─COOH, contoh: asam 1,2-etanadioat (asam oksalat). Sedangkan asam alkanatrioat adalah asam alkanoat yang mengandung 3 gugus ─COOH, contoh: asam sitrat.
38. alkil alkanoat adalah senyawa karbon turunan alkana dari keluarga ester yang mengandung gugus fungsi ─COO─ yang terikat pada dua gugus alkil, R dan R’.
      Rumus umumnya: CnH2nO2.
39. -     Etil-3-metil pentanoat
      -     Butil etanoat
40. a.   C3H7COOCH3
      b.   CH3COOCH2CH3
41. a.   Metil propanoat, Etil metanoat, Propil metanoat, Isopropil metanoat.
      b.   Asam propanoat (asam alkanoat) berisomer fungsi dengan metil etanoat (alkil alkanoat). Kedua senyawa memiliki rumus kimia C3H6O2.
42. a.   Karena dalam alkil alkanoat tidak mengandung atom H yang mengakibatkan molekul-molekul alkil alkanoat tidak membentuk ikatan hidrogen seperti halnya asam alkanoat. Sebaliknya, gaya yang berperan adalah gaya tarik-menarik dipol-dipol di samping gaya London. Hal ini yang mempengaruhi titik didih alkanoat relatif rendah dibandingkan asam etanoat yang mengandung atom H.
      b.   asam asetat cenderung larut dalam pelarut polar dibandingkan dengan asam palmitat, karena asam palmitat memiliki rantai karbon yang panjang sehingga asam palmitat semakin bersifat non-polar.
43. a.
        b.
      c.
44. a.
      b.
      c.
45. Reaksi saponifikasi adalah reaksi penyabunan. Apabila trigliserida bereaksi dengan basa, maka diperoleh garam alkanoat yang tak lain adalah sabun.
46. Asam alkanoat dan alkil alkanoat dapat dibedakan menggunakan uji dengan kertas lakmus. Asam alkanoat bersifat asam sedangkan alkil alkanoat bersifat tidak asam.
47. a.   Haloalkana berasal dari senyawa alkana yang salah satu atau lebih atom H-nya diganti dengan atom halogen ─X (F, Cl, Br, I). Rumus umumnya: CnH2n+1X.
      b.   - Haloalkana primer adalah haloalkana di mana terdapat 2 atom H yang terikat ke atom C yang memiliki ikatan dengan atom halogen.
            -  Haloalkana sekunder adalah haloalkana di mana terdapat 1 atom H yang terikat ke atom C yang memiliki ikatan dengan atom halogen.
            -  Haloalkana tersier adalah alkohol di mana tidak terdapat atom H yang terikat ke atom C yang memiliki ikatan dengan atom halogen.
48. 1-fluoro-2-metilbutana
49. -     CCl4 (tetraklorometana) dulu digunakan untuk pencucian kering (dry-cleaning), karena dapat bereaksi dengan oksigen. Namun ternyata pada suhu tinggi CCl4dapat membentuk gas fosgen yang beracun. Sekarang CCl4 diganti dengan C2Cl4.
      -     C2H4Cl2(1,2-dikloroetana) sebagai bahan baku pembuatan kloroetana (vinil klorida) untuk produksi PVC.
      -     CH2Cl2(diklorometana) digunakan sebagai pelarut seperti di industri pembuat produk pengelupas cat (cat minyak).
50. a.   Struktur benzena sebagai cincin heksagonal yang terdiri dari 6 atom C dengan ikatan tunggal dan rangkap dua yang bergantian antara atom-atom C. Jadi, terdapat 3 ikatan tunggal dan 3 ikatan rangkap dua dalam struktur benzena.
      b.   - struktur benzena tersebut mempunyai panjang ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berbeda. Namun, pengukuran menunjukkan benzena hanya memiliki 1 panjang ikatan sebesar 0,139 nm yang menunjukkan semua ikatan dalam benzena sama/setara.
            -  benzena model kekule memiliki 3 ikatan rangkap dua, maka kereaktifan ikatan-ikatan tersebut harus sama dengan ikatan rangkap pada alkena, yakni dapat bereaksi secara adisi. Pada kenyataannya, banyak benzena yang terlibat dalam reaksi substitusi.
            -  menurut pengukuran, benzena memiliki kalor pembentukan sebesar +82 KJ/mol sedangkan benzena struktur kekule memiliki kalor pembentukan sebesar +252 KJ/mol. Hal ini membuktikan struktur benzena yang sebenarnya jauh lebih stabil dibandingkan struktur yang diusulkan kekule.
      c.   pauling merumuskan struktur benzena sebagai struktur yang berada di antara dua struktur kekule yang memungkinkan. Struktur ini disebut hibrid resonansi.
            Pada struktur hibrid resonansi ini, terlihat bahwa semua ikatan antara atom-atom C dalam cincin adalah setara. Elektron-elektron yang membentuk ikatan-ikatan antar atom-atom C digunakan bersama-sama oleh seluruh atom C, membentuk sistem delokalisasi yang sangat stabil.
51. a.   Karena Reaksi substitusi melibatkan serangan pada cincin benzena yang kaya elektron oleh elektrofil yang mengandung muatan positif parsial. Sedangkan reaksi adisi yang terjadi melibatkan radikal bebas, bukan ikatan rangkap karena akan mengganggu delokalisasi elektron tersebut.
      b.   1. Reaksi alkilasi Friedel-Craft
            2. Reaksi halogenasi
            3. Reaksi nitrasi
      c.   - Substituen seperti ─OH, ─NH2, dan ─OCH3 menyumbang kerapatan elektronnya ke cincin sehingga reaksi akan berlangsung lebih cepat.
            - Substituen seperti ─COOH, ─NO2, dan ─SO3H cenderung menarik kerapatan elektron dari cincin, sehingga reaksi akan berlangsung lebih lambat.
52. -     3-klorofenol
      -     1,3,5-trimetilbenzena
      -     benzil metanol
      -     Asam 3,5-dihidroksibenzoat
53. a.
      b.
      c.
54. a.
      b.
55. -     Asam benzoat untuk pengawetan makanan/minuman karena bersifat asam
            (pH <4) sehingga dapat mencegah perkembangan bakteri.
-          Asam salisilat untuk membuat aspirin, perasa, minyak wangi, bedak, salep anti jamur, serta sampo.
-          Aminobenzena sebagai bahan baku zat pewarna azo. Seperti p-(fenilazo) fenil.


A.    Soal Pilihan ganda
1.  E                                 6. D
2.  B                                7. A
3.                                     8.
4.  A                                9.  C
5   B                               10. C


Read More